Ungkapan cintaku Lebih Kerbis dari Simbol Taj Mahal

Subtansi pengungkapan cinta terpendamnya Santri kenthir pada gadis pujaannya, itu sama halnya kisah cinta tulusnya Shah Jehan pada isterinya Mumtaz ul Zamani.

Awas! Saat Kaum Gay Bergentayangan Di Facebook Ku

Tulisan ini sekedar berbagi pengalaman unik selama berjejaring di facebook. Bukan untuk menghukumi minoritas kaum Gay.

26 Sep 2011

Dahsatnya Ber-C. I. N. T. A di Facebook


 Inilah petualangan cinta (maknai pengalaman saja) yang lebih heboh dari pengalaman cinta biasanya. Cintaku yang bersemi dalam dunia pesbuk ini, memang maya, tapi ia begitu nyata aku rasakan. CInta hanya cukup dipesbuk memberikan keanehan, keasikan2, yang sungguh lain dan itu nyata saya rasakan dalam hati. Efek bercinta di facebook benar-benar menjadikan hari-hariku penuh dengan asmara tanpa tepi.
Sengaja aku membiarkan diri tak perlu ketemu perempuan yang bernama luna (fiktif) empat mata, karena aku sadar. jika cinta maya ini dinyatakan dalam realita fisik pasti hanya akan membunuh dan melenyapkan cinta yang sedang tumbuh mekar-mekarnya dan begitu dahsat ini.
Tak terhitung jumlahnya, hampir setiap hari koleksi album-album fotonya yang lumayan cantik ku pelototi. Hasrat diri selalu mendorong agar segera menemuinya. Bukan pula jika didunia nyata diriku tak pantas buatnya, menurut aku, dia dan aku pasangan serasi. Namun aku ingin merawat, memelihara, agar tetap bertahan dalam satu c..i..n..t..a..hanya difacebook saja. Sekali lagi, aku tak ingin menodai cinta dunia maya yang seru ini dihambarkan karena hasrat diriku dan hasratnya untuk menyatu dalam cinta didunia nyata.


20:00
Luna
lama banget tgl 15 ya, syg?
pelajaran pertama : sabar
20:01
Santri sabar iitu bisa banyak rejekinya, lo yang? xixixi
20:02
Luna
itu efek samping kesabaran
20:03
Santri
kesabaran itu bisa bikin rindu bertambah panjang
dan bertambah penderiataan menanggung rindu
20:06
Luna
namanya juga perjuangan, ya emang menderita, tapi semua penderitaan ada bayarannya, ada pelajaran yang bisa dipetik, hanya dengan cara ini kita bisa bertumbuh dewasa.
20:06
Santri
lunaaaaaaaa! sygg!!
20:06
Luna
orang yang menolak pengalaman atau tak mau mengalami tidak akan jadi dewasa/berkembang
20:07
Santri
duh nyonya saiful………rek..
ibu dari anakku terhebat.pinter bgt!
20:07
Santri
kalo perlu pake acara mati segala
saking menderitanya
gak apa2 dialami aja
nanti juga kalo udah bosan mati, bakal hidup sendiri, percaya deh.
20:09
Santri
aku gak bisa buka wallku jadi gak bisa lht kirimanmu
20:10
Santri
aku juga ngga tau apa kirimanku bisa nyampe
20:11
kirimanku udah nyampe di wallmu
20:11
Santri
nyampek…udah tak lihat di notifikasi
20:11
Luna aku kirim puisi lagi
semoga cocok lagi
20:12
Santri
perlu dibaca sekarang?
20:12
Luna
baca aja
20:13
Santril
terkirim satu aja
20:13
Luna
kalau kenginan kita bisa selaras dengan kehendakNya maka kita tak akan gagal
20:13
Santri
aku jd tergetar membaca puisimu syg!….: “Biarkanlah keinginanMu menjadi hasratku, Biarkanlah kehendakMu menjadi lakuku, Biarkanlah untaian kataMu menjadi ucapanku,Biarkanlah cintaMu menjadi keyakinanku, Biarkanlah tanaman merebakkan bebungaanMu, Biarkanlah buahku menghasilkan benihMu, Biarkanlah hatiku denting kecapiMu,Dan tubuhku buluh serulingMu.
20:14
itulah dia...
20:15
Luna
kita adalah para sufi itu, tak tak tersekat, kita orang bebas
bebas menjalani kehendak Ilahi
20:17
Santri
jd gr nih aku
20:18
Luna
kita selaraskan hasrat dan keinginan kita dengan kehendak Ilahi, tak akan gagal
20:19
Santri
jangan lupa cinta kita asapi dengan kemenyan dan dupa
20:20
Santri
gmn menurutmu
20:20
Luna
bisa juga
20:20
Santri
aku tuh kalo dah cium bau kemnyan
rasa itu jd transedental..cinta kekal disana dan disini jadi sama!!
20:20
Santri
pokonya kita jalani dengan gembira
he..he..dengerin lagunya …jika kami bersama
20:24
Luna
iya sedang aku putar
20:25
Santri
lagu ceria…..dan cocok dah
tangan dikepal diatas
20:25
Luna
kita jalani hubungan ini dengan ceria, jangan dibawa ruwet, gokil aja lagi………….
cucok banget kan?
20:26
Santri
iya……banget
jangan diruwetkan oleh tradisi yang membodohkan kita
20:27
Luna
itulah kita dobrak aja
20:27
Santri
itu berarti bahaya bagi yang lainnya
20:28
Luna
energi keceriaan
hidup memang berbahaya, baru tau ya?
20:29
Santri
dah tahu…tapi hubungan cinta itu berbahaya bg yg lainnya itu aku br tahu
apa km dah sering ??
20:29
Luna
terserah bagi yg lain mau bahaya atau ngga, yg penting kita berdua menikmati
------------------------------------------------------->>
Ah…betapa indahnya itu…ah…betapa dahsatnya…jika itu benar2 terjadi pada diriku, betapa kerennya aku. Petualangan baru, yg tak akan pernah ada pada jaman dahulu kala. Pasti pengarang romeo juliet, khais-laila, the titanic,dll, akan iri karena cerita-cerita mereka sudah ketinggalan tekhnologi.sayang seribu sayang  semua diatas hanya hayalan saja. Cerita diatas fiktif belaka.  Semoga aku tak tergoda untuk mencoba hayalan yang kurangkai sendiri tersebut. Semoga pula kisah fiksi ini tidak mengispirasi teman-teman untuk bereksperimen, “bertahan Hanya Satu C.i.N.t.A di Facebook”. Salam sayang dariku untuk semua teman-teman kompasianer!

Nenek Tua dan Gerobak Tua: Hidup adalah Perjuangan Tanpa Henti



Menjadi Mbah sholeh seperti sekarang, dengan kaki pincang dan suami yang sakit-sakitan, bukanlah kemauannya pada waktu muda. Mbah Sholeh yang terlahir sebagai putri pasangan keluarga miskin ini, masa mudanya dilalui dengan menjadi gadis perkasa bekerja keras meraih masa depan. Namun nasib berbicara lain. Lima tahun setelah  menikah, anak semata wayangnya meninggalkan dia untuk selama-lamanya, Mbah Sholeh muda pernah mengadu nasib merantau ke Kecamatan Muncar Banyuwangi (kota paling timur di Jawa Timur). Di sana Ia berjualan Erok-erok (tahu petis) dan jagung bakar selama tiga tahun. Tapi hasilnya hanya cukup untuk dimakan sendirian. Dia merasa, kerja merantau tidak membawa hasil, lalu memutuskan kembali ke dusun Sumberjo - Glundengan (dusun asli tempat tinggalnya).  Kegagalan mengubah garis nasib ditanah rantau tidak menjadikan Mbah Sholeh putus asa. Berusaha dan berdoa'a adalah jalan yang harus ditempuhnya sebagai seorang muslim. Walau masa depan baginya masih suram, Mbah Sholeh muda terus saja berusaha bekerja apapun, kerja serabutan, yang penting halal. Pernah bekerja berjualan biji dawet keliling. Dan disela waktu lain Mbah Soleh muda berjualan pakaian bekas dan lain-lain. Dari kerja serabutan ini Mbah Sholeh muda mendapatkan penghasilan tiga ribu lima ratus rupiah per hari. Lumayan untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan suami tercintanya. Namun keadaan nyaman ini tidak berlangsung lama. Untuk mengatasi kemiskinan absolutnya (abadi), Mbah Sholeh muda menjadi buruh gudang tembakau dengan gaji seribu lima ratus rupiah per hari. Tapi tak berselang lama, dia di PHK musiman oleh perusahaannya.  Karena tidak terbiasa menganggur, akhirnya Mbah Sholeh coba-coba berjualan sayur-mayur pakai keranjang bambu dengan dijunjung diatas kepanya berkeliling dusun Sumberjo. Bukan hanya dusun Sumberjo Mbah juga sering berjualan di dusun tetangga yang jaraknya 3 km dari dusun Sumberjo. Hmm bukan jarak yang dekat ditempuh dengan hanya berjalan kaki.  Modal awalnya dari menjual seluruh pakaian bekas yang dipunyainya. Keadaan ini bertahan cukup lama.  Hingga pada suatu hari kesialan menimpa Mbah Sholeh. Alas keranjang bambu satu-satunya yang ada diatas kepalanya jebol tak kuat menyangga beban barang dagangannya. Mbah Sholeh mengisahkan, "Setelah keranjang tempat nasi itu jebol, oleh tetangga diberikan (gratis) keranjang yang sudah kotor sekali! Ini Mbah Sol, keranjang sayur!. Besok jualan lagi ya,? Iya! jawab Mbah Sholeh"  Keuntungan sedikit dari berjualan sayur memakai keranjang ini oleh Mbah Sholeh dibelikan beras dimasak bersama suaminya. Mbah Sholeh berkisah,  "Uang itu saya belanjakan beras seperempat kilogram, lalu dimasak dengan suami Mbah, itupun Mbah sudah seneng le, meski Mbah gak punya anak. Setelah itu besoknya Mbah buat kulakan sayur lima ikat, dua ikat lalu dijual di sekitar daerah tetangga. saat Mbah berjualan, keranjang jualan tumpah ruah, lantaran kaki Mbah terantuk batu. Mbah jatuh di depan rumah Bu Sarinah. Berantakan, ikan laut didalamnya yang hanya ada tiga rantang juga ikut berantakan. Nyeri sekali! Sampai rumah Haji Sukur Mbah di naikkan becak. Tukang becaknya gak mau dikasih ongkosnya."  Fatal kecelakaan itu membuat kaki kiri Mbah Sholeh bengkak. Terpaksa dia harus beristirahat sejenak dirumah. Belum sembuh benar sakitnya, ia bergegas lagi berjualan sayur.Lantaran kakinya yang masih belum kuat benar, dia berjalan sering terjatuh. Akibatnya kaki si-Mbah yang sebelah kiri cacat permanen sampai sekarang. Seseorang sering melihat Mbah Sholeh saat berjalan  menjinjing keranjang sayur dengan kaki sebelahnya yang terseok-seok. Seseorang itu tak tega, lalu memuatkan gerobak dorong terbuat dari bambu  untuk Mbah Sholeh tanpa meminta imbalan sedikitpun. Sejak saat itu Mbah Sholeh tak lagi berjualan dengan menjunjung keranjang bambu. Dan si Mbah tidak sering jatuh lagi. Senang sekali Mbah Sholeh. Ia bisa menambahkan isi dan jenis barang dagangannya sesuai dengan kapasitas gerobak bambu barunya. Namun sayang seribu sayang, uang yang demilikinya terlampau sedikit untuk mengisi gerobak bambunya dengan bermacam-macam barang dagangan. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit,  Mbah Sholeh berusaha terus memupuk modal jualannya. Akhirnya, harapan untuk menambahkan isi dan jenis barang dagangan itu terpenuhi. Gerobak bambu itupun muatannya penuh dengan berbagai macam jenis makanan dan sayuran. Betapa bangga Mbah Sholeh telah mampu berubah menjadi demikian. Dengan semangat baru, gerobak bambunya terus saja didorong, tak peduli melewati cuaca panas dan hujan. Boleh saja, Mbah Sholeh tak peduli dengan  kesehatan tubuhnya yang terus menurun, tetapi, geobak bambunya mulai tidak mau diajak kompromi menemaninya memuat barang jualannya bertumpuk tumpuk setiap hari. Sepertiya gerobak bambu itu pun mulai protes, "Kekuatanku (gerobak bambu) ada batasnya Mbah Sol!!".  Hehehe..dan gerobak bambu reot itu mulai rewel setiap kali didorong. Gerobak bambunya sering berbunyi, "kriek-kriek-kriek!!"  Untungnya ada Mas Bari yang melihat (Mas Bari itu tetangga Mbah Sholeh yang sehari harinya menjadi tukang las listrik) kalau bahwa gerobak bambu Mbah Sholeh tidak lagi layak pakai. Lalu Mas Bari memanggil Si Embah dan menawarkan jasanya agar bambu-bambu yang reot itu diganti dengan jeruji besi. "Mengenai biaya diangsur semampunya aja Mbah", Kata Mas Bari.  Tanpa pikir panjang  tawaran Mas Bari disepakati oleh Mbah Sholeh. Kini Mbah Sholeh sedikit lebih senang. Gerobaknya sudah terbuat dari besi. Sudah lebih kokoh dari gerobak bambu sebelumyai. Dan barang dagangannya juga bertambah banyak. Pelanggannya sudah lumayan banyak. "Alhamdulillah!!" "Sekarang apa lagi yang Mbah inginkan dalam hidup ini ?", tanyaku membatin. Lamat lamat ia terlihat berlalu mendorong gerobak sayurnya. Kata temanku, Mbah Soleh masih pingin memperbaiki rumah yang sudah reot itu. Tetap setia merawat suaminya yang sering sakit-sakitan dengan sebaik-baiknya. Sampai tulisan ini dibuat, usia gerobak sayur Mbah Sholeh sudah berusia tiga tahun! Itu termasuk sudah tua, alias kuno. Sementara teknologi baru terus datajng silih berganti menyaingi gerobak sayur Mbah Sholeh. Belum lagi Supermarket, Mall, dll, yang siap menggerus konsumen Mbah Sholeh. Terus gimana yach, Mbah Sholeh menyikapi keadaan sulit itu? Dorong terus, maju terus ..! ya mbah? :D  "Hidup adalah perjuangan tanpa henti - henti. Usah kau menangisi hari kemarin. Hidup adalah perjuangan. Bukanlah arah dan tujuan. Hidup adalah perjalanan..." (DEWA)    

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More